Denbantas, 19 Februari 2026 – Dalam upaya konsisten menjaga kelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai jati diri bangsa, Pemerintah Desa Denbantas menyelenggarakan kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Denbantas pada Kamis (19/02).
Kegiatan tahun ini mengusung misi besar untuk menanamkan rasa cinta budaya kepada generasi muda sejak dini. Oleh karena itu, sasaran utama kegiatan ini adalah siswa-siswi perwakilan dari 3 Sekolah Dasar (SD) yang ada di wilayah lingkungan Desa Denbantas.
Ajang Kreativitas dan Pelestarian
Rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII di Desa Denbantas diisi dengan dua kategori lomba utama yang menonjolkan aspek kearifan lokal:
-
Lomba Nyurat Aksara Bali: Menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan kemahiran, ketelitian, dan keindahan dalam menulis aksara suci Bali di atas kertas/janur. Lomba ini diharapkan dapat menjaga pakem penulisan aksara tetap terjaga di tengah gempuran era digital.
-
Lomba Masatua Bali: Melalui lomba bercerita dalam bahasa Bali, para peserta ditantang untuk mengekspresikan karakter, emosi, dan pesan moral yang terkandung dalam cerita-cerita rakyat Bali. Hal ini menjadi upaya penting untuk menjaga kelestarian bahasa ibu sebagai sarana komunikasi dan edukasi.
Menumbuhkan Generasi Berkarakter
Perbekel Desa Denbantas dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bulan Bahasa Bali bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan investasi jangka panjang untuk karakter anak-anak di Desa Denbantas.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba yang disambut gembira oleh para peserta dan guru pendamping. Dengan suksesnya penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VIII ini, Desa Denbantas kembali menegaskan komitmennya sebagai desa yang modern namun tetap memegang teguh nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali.